Desa Purwosuman Membangun Desa Tangguh Bencana Inklusif : Workshop Penyusunan Dokumen Kebencanaan

Sragen, 2 Mei 2026 – Pemerintah Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, membangun Desa Tangguh Bencana Inklusif. Setelaha dilaksanakan Penilaian Ketangguhan Bencana (PKD) beberapa waktu lalu yang menghasilan data bahwa Desa Purwosuman masuk dalam Kategori Tangguh Pratama dengan Nilai 65. Selanjutnya dilaksanakan Workshop Penyusunan Dokumen Kebencanaan yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai 30 April hingga 2 Mei 2026.
Penyusunan Dokumen Kebencanaan dimulai dengan penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Desa, penyusunan dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, kader, relawan, Kelompok Disabilitas Desa, hingga perwakilan kelompok masyarakat, bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ancaman yang ada di Desa Purwosuman, dan Rencana Penanggulangan Bencana Desa, sebagai panduan penyusunan rencana kontijensi, Pembuatan Sistem Peringatan Dini dan Evakuasi.
Puji Santoso dari Perkumpulan Lingkar Yogyakarta selaku Fasilitator menyampaikan bahwa dokumen kebencanaan merupakan instrumen penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. “Dengan adanya dokumen ini, desa memiliki arah yang jelas dalam melakukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat terjadi bencana,” ujarnya.
Workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari peserta saling berbagi pengalaman serta pengetahuan terkait kondisi wilayah masing-masing, sehingga menghasilkan dokumen yang lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan desa. Sehingga diketahui ada beberapa jenis ancaman yang ada di Purwosuman antara lain, Banjir, Pencemaran Lingkungan (limbah Perusahaan), Anging Puting Beliung dan Kebakaran. Dari 5 Ancaman yang ada Banjir dan pencemaran lingkungan menjadi 2 ancaman yang sering dihadapi karena Purwosuman dilewati beberapa sungai dan menjadi kawasan industri yang tak jarang pembuangan limbahnya ke sungai yang bedampak pada sumber air bersih dan matinya tanaman padi.
Lokasi banjir dan pencemaran lingkungan berada dibeberapa Pedukuhan salah satunya Jonggrangan dimana ada beberapa Disabilitas yang tinggal diwilayah tersebut, yang terdampak meningkatnya risiko yang dihadapai baik kerusakan pisik juga sulitnya mengakses air dan mata penccaharian mereka.
Kepala Desa Purwosuman dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, dan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan desa yang lebih responsif bencana dan perubahan iklim. Beliau juga mengharapkan peran serta aktif dari semua masyarakat dalam penyusunan dokumen kebencanaan ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Purwosuman memiliki dokumen kebencanaan yang terstruktur dan aplikatif sebagai acuan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin.
Workshop ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas desa serta membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
