Desa Purwosuman Perkuat Ketangguhan Melalui Workshop Penyusunan Dokumen Kebencanaan

Sragen, 2 Mei 2026 – Upaya membangun desa yang tangguh terhadap bencana terus dilakukan oleh Pemerintah Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Penyusunan Dokumen Kebencanaan yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai 30 April hingga 2 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, kader, relawan, hingga perwakilan kelompok masyarakat.
Workshop ini bertujuan untuk menyusun dokumen kebencanaan desa sebagai panduan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di Desa Purwosuman.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi terkait, definsi bencana, pengenalan risiko bencana, pemetaan potensi ancaman, serta langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Selain itu, peserta juga terlibat aktif dalam diskusi dan praktik langsung penyusunan dokumen kebencanaan desa.
Puji Santoso, Selaku Fasilitator menyampaikan bahwa dokumen kebencanaan merupakan instrumen penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. “Dengan adanya dokumen ini, desa memiliki arah yang jelas dalam melakukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat terjadi bencana,” ujarnya.
Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta saling berbagi pengalaman serta pengetahuan terkait kondisi wilayah masing-masing, sehingga menghasilkan dokumen yang lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan desa.
Kepala Desa Purwosuman dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Purwosuman memiliki dokumen kebencanaan yang terstruktur dan aplikatif sebagai acuan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin.
Workshop ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas desa serta membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
