SEHATI Sukoharjo Gelar Analisis SWOT bagi Pengurus Unit Layanan Inklusi Disabilitas (LIDi) Jawa Tengah


Sukoharjo – Perkumpulan Disabilitas Sukoharjo (SEHATI) menyelenggarakan kegiatan Analisis SWOT Unit Layanan Inklusi Disabilitas (LIDi) Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada 29–30 Desember 2025 bertempat di Hotel Tosan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam penguatan peran Unit Layanan Inklusi Disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas, khususnya dalam konteks penanganan dan kesiapsiagaan bencana.
Analisis SWOT dilakukan melalui diskusi terarah dan pemetaan bersama yang melibatkan Pengurus Unit LIDi, yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah,
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Penanganan dan Kesiapsiagaan Bencana Provinsi Jawa Tengah (Bapak Wahjoedi Fajar) yang memberikan arahan serta penguatan terkait pentingnya integrasi isu disabilitas dalam sistem penanggulangan bencana di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa keberadaan Unit LIDi memiliki peran strategis dalam memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses informasi, perlindungan, dan layanan yang setara, terutama pada fase pra, saat, dan pascabencana.
Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang dan berbasis analisis agar layanan yang diberikan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diisi dengan peningkatan materi oleh Bapak Sumino, selaku Fasilitator dari LPTP Surakarta, untuk memperkaya pemahaman dan strategi peserta, serta memandu diskusi untuk analisis memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam penguatan peran Unit Layanan Inklusi Disabilitas.
Melalui kegiatan ini, SEHATI Sukoharjo berharap hasil Analisis SWOT dapat menjadi landasan penyusunan strategi dan rekomendasi penguatan LIDi Provinsi Jawa Tengah, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi penyandang disabilitas, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dalam membangun sistem layanan inklusi disabilitas yang tangguh dan berkelanjutan
