SEHATI Sukoharjo Kembangkan Sekolah Lapang Ketahanan Pangan untuk Mitigasi Perubahan Iklim Inklusif di Ds Purwosuman Kec. Sidoharjo Kab. Sragen





Sragen, 4 Januari 2026 – SEHATI Sukoharjo kembali menyelenggarakan Sekolah Lapang Mitigasi Dampak Perubahan Iklim sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian penyandang disabilitas dalam membangun ketangguhan bencana serta menghadapi dampak perubahan iklim.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.diikuti oleh difabel dan pendamping, fokus pada penguatan kapasitas, ketahanan pangan, serta praktik pertanian yang inklusif dan berkelanjutan untuk membangun kerangka ketangguhan bencana dan mitigasi dampak perubahan iklim oleh komunitas Difabel
Agus Sholeh, Ketua Kelompok Disabilitas Desa (KDD) Desa Patihan (desa tetangga Purwosuman), berbagi pengalaman dan pembelajaran pengelolaan Sekolah Lapang Ketahanan Pangan oleh Kelompok Difabel Desa patihan. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama pengurus dan anggota KDD dalam pengembangan Sekolah Lapang Ketahahan Pangan dengan mengelola Green house sebagai media belajar membuat dan merawat tanaman secara bersama-sama.
Agung Nur Wibowo, Ketua KDD Desa Purwosuman sekaligus praktisi pertanian organik memberikan pemaparan teknik pembuatan media tanam yang baik, serta pengolahan Eco Enzim dari fermentasi buah-buahan sebagai alternatif pengganti pestisida kimia yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga seperti galon air mineral, kotoran hewan, sekam yang diperoleh dari lingkungan rumah.
Peserta tidak hanya mendengarjan pemaparan namun juga praktik langsung pembuatan media tanam dengan menggunakan Coco peat atau sabut kelapa yang di campur dengan kotoran hewan dan arang sekam.
SEHATI Sukoharjo berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi, sekaligus memperkuat ketangguhan bencana, mitigasi dampak perubahan iklim, dan ketahanan pangan yang inklusif serta berkelanjutan.
Kegiatan sekolah lapang ini merupakan bagian dari pendampingan jangka panjang SEHATI Sukoharjo dalam membangun kerangka Ketangguhan Komunitas Difabel desa agar lebih tangguh, mandiri, dan berdaya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya di Desa Purwosuman.
Red. Agus_SEHATI
