Mewujudkan Keluarga Tangguh Bencana Inklusif

Patihan, 24 Juli 2026 –Dalam upaya meningkatkan kapasitas Ketangguhan Kelurga terutama Keluarga Disabilitas dalam pengurangan risiko bencana, Kelompok Disabilitas Desa dan Forum pengurangan Risiko Bencana Desa Patihan Kecamatan Sidoaharjo Kabupaten Sragen menyelenggarkan Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana Inklusif pada Jumat, 24 Juli 2026, bertempat di Sekretariat Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo. Pelatihan ini difasilitasi oleh Program Peningkatan Partispasi Disabilitas dalam Penenggulangan Bencana Inklusif didukung Caritas Germany.
Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2020 tentang Aksesibilitas terhadap Pemukiman, Pelayanan Publik dan Perlindungan dari Bencana bagi Penyandang Disabilitas terutama pasa Pasal 26 (2) Kesiapsiagaan Bencana di tingkat keluarga. Pada tanggal 26 Desember 2024 Badan nasional Penanggulangan Bencana mencanangkan program Keluarga Tangguh Bencana atau disingkat Katana
Keluarga yang telah memenuhi standar ketangguhan keluarga berupa pengetahuan, kesadaran, ketrampilan yang terus dikembangkan untuk mengurangi korban jiwa pada saat terjadi Bencana (BNPB, 2019)
Kelurga Tangguh Bencana paling tidak memiliki 4 komponen utama, antara lain : 1. Kesadaran Keluarga (Potensi terjadi di sekitar tempat tinggal keluarga, Cara menghadapi bencana, peringatan dini yang aksesibel bagi semua keluarga); 2. Kesadaran (potensi bahaya/bencana, kerentanan, rencana pembagian tanggungjawab dan kerjasama anggota, jika memungkinkan membuat tempat evakuasi sementara dirumah, Memiliki Kesiapsiagaan keluarga, Data anggota keluarga yang di luar wilayah setempat);3. Memiliki budaya tangguh (Melakukan Simulasi (menyelamatkan diri) dan memberikan pertolongan pertama secara berkala, Membiasakan diri dengan jalur evakuasi ke luar, Tas Siaga); dan Membangun Resilient (Membuat tata ruang dan jalur evakuasi serta titik kumpul yang akses, Memastikan perabot dan furniture aman, Kapasitas Psikologis dan Sosial dengan membangun informasi lengkap, Membangun komunikasi dengan Lingkungan (Menyimpan informasi penting di keluarga)
Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana dilakasanakan dengan fasilitator Disabilitas dari Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) kabupaten Sragen yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan Fasilitator Penenggulangan Bencana Inklusif dan Pelatihan Kelaurga Tangguh Bencana dari SEHATI bekerja sama dengan ASB. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsigaan keluarga Disabilitas dalam menghadapi bencana.
Kelompok Desabilitas Desa (KDD), Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa, Pemerintah Desa Patihan Keluarga Disabilitas selain mendapatkan pengetahuan tentang Pengurangan Risiko Bencana juga mendapatkan ketrampilan membangun Sistem peringatan dini dan Jalur Evakuasi aksesibel, Tata Ruang aman bencana, dan rencana kesiapsigaan keleurga. Mahasiswa dari Universitas Diponegoro Semarang yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa atihan juga mendapatkan perspektif penenggulangan bencana inklusif.
Pelatihan berlangsung secara partisipatif melalui diskusi kelompok untuk mengidentifikasi berbagai kerentanan yang ada di masing-masing keluarga, khususnya bagi keluarga yang memiliki anggota difabel. Selanjutnya, peserta menyusun rencana evakuasi keluarga dengan menggambar denah rumah dan jalur evakuasi yang aman, sehingga setiap anggota keluarga mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Melalui kegiatan ini diharapkan setiap keluarga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan rencana kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi bencana banjir. Selain itu, pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pengurangan risiko bencana yang inklusif, dengan memastikan bahwa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait kesiapsiagaan bencana.
Red. Agus W
